• Pohon Ulin Terbesar di Dunia Ada di Taman Nasional Kutai

    Pohon Ulin Terbesar di Dunia Ada di Taman Nasional Kutai
    Deru suara kendaraan yang melewati jalan Bontang-Sangatta, Kalimantan Timur, lenyap perlahan seiring langkah kaki kami yang meniti jembatan papan kayu yang membelah Taman Nasional Kutai. Pintu masuk Kawasan wisata Sangkima ini memang tepat di jalan raya provinsi yang rindang dengan pepohonan. Empat jam perjalanan dari Balikpapan yang dibumbui drama tanah longsor sempat membuat kami was-was. Namun, akhirnya kami sampai di salah satu hutan hujan tropis borneo yang masih sangat terjaga ini.
    Memasuki lekuk luar Taman Nasional yang eksotis, para sahabat petualang bersiap-siap untuk mencari pohon ulin yang konon adalah terbesar di dunia!
    Kami disambut Jailani, salah satu staff Taman Nasional Kutai.
    “Lokasi pohon Ulin raksasa sekitar 800 meter. Tapi kalau mau, ada jalur trekking lengkap sekitar 4 kilometer, sekitar 1-2 jam saja,” ujar Jailani.
    Karena sebagian besar tim terios 7 wonders agak ‘trauma’ trekking di Taman Nasional Sebangau beberapa hari sebelumnya, maka diputuskan untuk melihat kayu ulin raksasa saja, hehe.
    “Hati-hati saat menginjak jembatan kayu ya, sudah agak tua soalnya,” kata Jailani saat kami mulai memasuki jalur trekking.

    Kayu ulin raksasa kutai
    Trekking menuju si Ulin

    Suara monyet juga ikut menyambut kami dari batang-batang pohon yang tinggi. Kabarnya bekantan dan orang utan pun punya rumah disini, namun mungkin kami bertamu lain kali saja. Dendang para serangga yang entah bersembunyi di mana menyajikan merdunya orkestra alam. Ditambah gemersik dedaunan yang terkena hembusan angin, memaksa saya sekali-sekali berhenti, sekadar merentangkan tangan, sekedar menghirup udara segar.
    Saat itu, saya ingin sekali seluruh hutan Kalimantan seperti ini.
    Setelah berjalan sekitar 10 menit, terlihat jembatan gantung yang terbentang di atas sungai kecil. Panjangnya sekitar 20-30 meter. Kami harus memastikan tangan memegang erat tali di sisi jembatan karena jembatan ini agak ‘bergoyang’. Jembatan ini sangat instagram-able, jadi pastikan foto-foto yang cantik disini. Tapi ingat, jangan terlalu banyak orang dalam satu waktu, bisa roboh nanti.
    Kami melanjutkan perjalanan menembus hutan TN. Kutai, tak lama kemudian, pohon raksasa itupun terlihat.
    Inilah Ulin terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Kayu nomor wahid yang paling ingin diburu oleh para penjarah liar. Kuat, tahan air, dan bentuknya yang lurus adalah syarat sempurna kayu, yang dapat dipenuhi ulin. Ulin juga dikenal dengan nama ‘Kayu Besi’.

    Ulin raksasa di Taman Nasional Kutai
    Ulin raksasa di Taman Nasional Kutai

    Ulin ini berdiameter 2.47 meter, butuh 6-7 orang dewasa untuk memeluknya.
    “Waktu tahun 1993 pohon ini ditemukan oleh petugas TN saat menemani peneliti asing,” jelas Jailani. Ia juga menjelaskan itulah awal mula kawasan wisata Sangkima ini dibuka. Luas kawasan wisata sangkima adalah 300 hektar. Namun, luas tersebut hanya satu per seribu dari total luas Taman Nasional Kutai loh!
    Pohon yang punya tinggi sekitar 25 meter ini diperkirakan punya umur lebih dari satu abad. Ulin raksasa ini berdiameter 2,47 meter sehingga butuh 6-7 orang untuk memeluknya. Omong-omong, kalian gak ada yang bisa dipeluk ya? Pake peluk-peluk pohon segala. *dikeplak*
    Penebangan dan penjarahan masif di Kalimantan telah membuat Ulin sebesar ini mungkin saja sudah tak ada. Ulin-ulin yang diburu sekarang pun hanyalah ulin yang kecil. Memang, harga ulin yang bisa tiga kali lipat kayu jati selalu menggoda manusia.
    Apakah seluruh hutan Kalimantan dijadikan tempat wisata saja supaya tetap asri?
    Entahlah.

    Meniti Jembatan Gantung
    Meniti Jembatan Gantung
    kayu-ulin-raksasa-taman-nasional-kutai-kalimantan3 Perhentian selanjutnya : Akhirnya sampai di etape terkakhir, tim #terios7wonders siap membelah jalan Sangatta-Berau sejauh 336 km sebelum menyebrang ke Kepulauan Derawan! Sumber : Log Viva