Peta Kekuatan Balon Walikota Bontang Versi Redaksi Bontang Post

shares |

Peta Kekuatan Balon Walikota Bontang Versi Redaksi Bontang Post - Berikut ini kami kutip dari Surat kabar Lokal Bontang Post yang merilis peta kekuatan dari Calon Kuat pada Pilwali Bontang Desember 2015 mendatang. Bagaimana Peta kekuatan ini menurut versi dari anda ? Silahkan berkomnetar sesuai hati nurani anda. Apakah Mereka mereka ini benar benar layak untuk kembali menjadi Pucuk pimpinan Bontang mendatang? Ataukah anda memiliki Pandangan figur lain yang menurut anda lebih tepat.

===CALON PETARUNG====

Ir H Adi Darma MSi                          
Lahir                : Tenggarong, 29 April 1960
Pekerjaan         : Wali Kota Bontang
Partai               : Golkar
Pendamping    : Masih disurvei
Pengalaman Politik
Wali Kota Bontang 2011-sekarang
Ketua harian DPD I Golkar Kaltim 2013-2015
Serba-Serbi
Adi adalah wali kota Bontang aktif. Dia calon incumbent yang 2010 lalu menang pilkada, berduet dengan Isro Umarghani. Keduanya meraih 35.062 suara, mengalahkan Neni Moerniaeni dan Irwan Arbain yang meraih 26.978 suara. Pada 2013, Adi jadi ketua harian Golkar Kaltim. Pada 2015 hubungannya dengan ketua Golkar Kaltim Mukmin Faisyal memburuk dampak dualisme Golkar. Adi di kubu Agung Laksono, Mukmin ke Aburizal Bakrie.
Kelebihan: Calon incumbent, pendukungnya mengakar.
Kelemahan: Harus berjuang mencari perahu, ditinggal Golkar.
H Isro Umarghani SIp
Lahir                : Nganjuk, 01 Januari 1962
Pekerjaan         : Wakil Wali Kota Bontang
Partai               : PKS
Pendamping    : Diserahkan ke partai
Pengalaman Politik
Wakil Wali Kota 2011-sekarang
DPRD Bontang 2004-2011
Serba-Serbi
Isro merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Bontang. Saat ini, dia menjabat sebagai wakil wali kota mendampingi Adi Darma setelah menang pada pilkada 2010 lalu. Bapak empat anak ini baru saja meluncurkan buku biografi kisah inspiratif berjudul Pohon Harapan dari Tanah Rawa, yang menceritakan kisah hidupnya.
Kelebihan: Calon incumbent, sudah dikenal, minim konflik.
Kelemahan: Tergantung keputusan partai, kursi pendukung kurang.

dr Hj Neni Moerniaeni Spog
Lahir                : Jakarta 30, Juli 1960
Pekerjaan         : Anggota DPR RI 2014-2019
Partai               : Golkar
Pendamping    : Joni Muslim (pengusaha)
Pengalaman Politik
DPRD Bontang 2004-2014
Ketua DPD II Golkar Bontang 2010-2014
Calon Wali Kota Bontang 2011-2016
Serba-Serbi
Neni adalah anggota DPRD Bontang dua periode yang pernah ikut pilkada. Neni yang berpasangan dengan Irwan Arbain memperoleh 26.978 suara, kalah dari Adi Darma-Isro Umarghani yang meraih 35.062 suara. Setelah jabatannya sebagai ketua DPRD Bontang berakhir, Neni terpilih sebagai anggota DPR RI dengan total 61.405 suara. Dari jumlah tersebut, 32.348 suara di antaranya diperoleh dari Bontang.
Kelebihan: Pendukungnya masih loyal, suaranya meningkat.
Kelemahan: Independen akan sulit, wakilnya belum dikenal.

H Andi Harun ST SH M.Si
Lahir                : Bone, 12 Desember 1972
Pekerjaan         : Anggota DPRD Kaltim 2014-sekarang
Partai               : Golkar
Pendamping    : Antara 3 pria dan 1 wanita.
Pengalaman Politik
Ketua DPD II Golkar Bontang 2014-2018
Anggota DPRD Kaltim 1999-sekarang
Calon Wali Kota Samarinda 2010-2015
Serba-Serbi
Andi adalah ketua DPD II Golkar Bontang 2014-2018. Dia pendatang baru. Namun, karier politiknya lebih banyak dihabiskan di Samarinda. Dia menjadi anggota DPRD Kaltim sejak 1999 hingga saat ini. Selama itu, dia sudah tiga kali berganti parpol, mulai dari PAN, Patriot, dan terakhir Golkar. Andi pernah maju sebagai calon wali kota Samarinda, berpasangan dengan Damanhuridan namun kalah.
Kelebihan: Pimpin partai terbesar, bisa maju dengan satu partai.
Kelemahan: Pendatang baru, rawan konflik di internal Golkar.


H Sudarsono SH MH
Lahir                : Blora, 24 September 1963
Pekerjaan         : Pengusaha
Partai               : Nasdem
Pendamping    : Ingin didampingi etnis Sulawesi
Pengalaman Politik
Ketua DPD Nasdem Bontang
Serba-Serbi
Sudarsono merupakan salah seorang pengusaha sukses Bontang. Pertama kali memimpin Nasdem, dia langsung menempatkan tiga kadernya di DPRD Bontang. Bahkan kursi wakil ketua DPRD berhasil didapatkan partainya. Dia belum pernah bertarung di pilkada. Sebagai tindak lanjut keinginannya maju sebagai calon wali kota, dia terus melakukan lobi politik ke sejumlah partai pemilik kursi.
Kelebihan: Kadernya dikenal loyal.
Kekurangan: Butuh dua kursi lagi, belum terlalu dikenal.

Drs H Muhammad Nasution MM
Lahir                : Luwu 24 Agustus 1962
Pekerjaan         : Vice President PT Indominco Mandiri
Partai               : Non-partai
Pendamping    : Diserahkan kepada masyarakat
Pengalaman Politik
Calon Wali Kota Bontang 2011-2016
Serba-Serbi
Nasution pernah menjadi calon wali kota Bontang 2011-2016. Dia maju lewat jalur independen berpasangan dengan Agung Masuprianggono. Saat itu dia hanya meraih 3.427. Adi-Isro menjadi pemenang di pilkada itu dengan torehan 35.062. Kali ini, dia pun berusaha melobi partai pemilik kursi seperti Demokrat, Nasdem, PDIP, dan lainnya. Dia menegaskan, jika tidak mendapat perahu, jalur independen jadi solusi terakhirnya.
Kelebihan: Punya karyawan banyak, dikenal tegas.
Kekurangan: Belum punya partai, dikenal di sekitar perusahaan.

Suroyo
Lahir                : Yogyakarta, 1 Juni 1966
Pekerjaan         : Anggota DPRD DI Yogyakarta
Partai               : Gerindra
Pendamping    : dr Etha Rimba Paembonan (Wakil Ketua DPRD Bontang)
Pengalaman Politik
Anggota DPRD DI Yogyakarta 2014-sekarang
Anggota DPRD Bontang 2004-2013
Calon Wakil Wali Kota Bontang 2006-2011
Serba-Serbi
Suroyo merupakan calon wakil wali kota periode 2006-2011. Saat itu, Suroyo yang berpasangan dengan Ir Zulkifli Arman MM kalah tipis dari pasangan Andi Sofyan Hasdam dan Sjahid Daroini. Zoro (Zulkifli-Suroyo) meraih 22.818 suara, sementara Sofyan-Sjahid 25.818 suara. Sempat menjabat sebagai anggota DPRD Bontang dua periode, Suroyo hijrah ke DI Yogyakarta dan terpilih di DPRD DI Yogyakarta lewat Gerindra.
Kelebihan: Calon kuda hitam, lebih dikenal di kalangan Jawa

Kekurangan: Lama vakum di politik Bontang, butuh tambahan kursi.

Related Posts