• Angka Kriminal Pencurian Kendaraan Bermotor 2015 Di Bontang Meningkat Tajam

    Awal tahun 2015 ini, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bontang semakin marak. Berdasarkan data yang dirilis Polres Bontang, belum genap sebulan setelah pergantian tahun, polisi disibukkan dengan pencarian puluhan motor.

    Dalam tempo 1 Januari hingga 29 Maret saja, sebanyak 44 “kuda besi” dilaporkan hilang ke kantor polisi yang berada di wilayah hukum Polres Bontang. Sejauh ini, Korps Bhayangkara berhasil mengungkap tujuh kasus curanmor. Di mana, sebagian merupakan pekerjaan rumah (PR) polisi tahun 2014 lalu.

    Pengungkapan kasus curanmor memang menjadi atensi dari pimpinan Polri. Pasalnya, kasus tersebut menjadi momok bagi masyarakat. Tak terkecuali bagi pemilik kendaraan di Kota Taman. Angka curanmor sejak 2010 hingga menjelang akhir Maret tahun ini, terdapat 289 laporan curanmor masuk ke polisi. Sedangkan pengungkapan kasus tersebut mencapai 104.

    Kapolres AKBP Heri Sasangka, melalui Kabag Ops Kompol Sandi Sultan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Terkait kasus tersebut, polisi terus berupaya untuk melakukan pengejaran terhadap para pelakunya. Bahkan, polisi tak segan-segan mengeluarkan timah panas jika pelakunya melawan atau berusaha kabur.

    “Disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Bontang, Muara Badak, dan Marangkayu, agar dapat ikut serta dalam menjaga kemanan lingkungannya. Terkait banyaknya masalah curanmor yang terjadi akhir-akhir ini, diharapkan kepada masyarakat dapat memberikan informasi secepatnya apabila melihat atau mengalami langsung hal yang terkait curanmor kepada polres maupun polsek,” katanya.

    Intinya, kata dia, masyarakat, pemerintah, dan TNI harus bekerja sama dalam penanganan kasus curanmor. Karena, kejahatan muncul bukan karena ada niat pelaku, melainkan adanya kesempatan. Makanya, antisipasi agar selalu menjaga kendaraan dengan baik sangat diperlukan.

    “Bisa jadi pelaku memang sudah terbiasa melakukan hal ini (curanmor, Red). Dan sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus curanmor, untuk segera diungkap pelaku-pelakunya. Makanya, kami berharap kepada masyarakat dapat bekerja sama dalam penanganan kasus curanmor ini,” katanya.

    Untuk menekan terjadinya kasus kejahatan di Bontang, berbagai upaya terus dilakukan aparat kepolisian. Mulai dari tindakan pencegahan, preemtif imbauan, dan yang terakhir adalah penindakan secara hukum yang berlaku.