• WoW! Lion Air Jakarta-Palembang Delay 12 Jam

    Ratusan penumpang Lion Air dari Bandara Soekarno- Hatta ke berbagai kota marah gara-gara penerbangannya ditunda atau delay hingga berjam-jam. Penundaan terparah terjadi pada dua penerbangan Lion jurusan Jakarta-Palembang yakni JT 332 dan JT 342.

    "Ada lima jadwal penerbangan Rabu lalu yang delay. Dua yang paling parah jurusan Jakarta-Palembang, yakni JT 332 dan JT 342," kata Assistant Officer In Charge Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Zainal, Kamis (18/2).

    Menurut Zainal, JT 332 dijadwalkan berangkat pukul 21.00 WIB (Rabu) namun baru berangkat pukul 02.30 WIB (Kamis). "Sementara JT 342 dijadwalkan berangkat pukul 16.00 WIB dan baru berangkat sekitar pukul 04.00 WIB," katanya.

    Menurut Zainal, informasi yang diterima dari pihak Lion menyatakan, penerbangan-penerbangan tersebut terpaksa mengalami penundaan karena ada kerusakan pada mesin pesawat. "Hal itu memberi imbas pada jadwal penerbangan berikutnya. Sampai Kamis siang pun masih terasa dampaknya," kata Zainal.

    Ari (24), penumpang Lion tujuan Pekanbaru, mengaku terkatung-katung di Soekarno-Hatta tanpa ada kepastian kapan bisa terbang. Ari menjelaskan, semula ia dijadwalkan terbang menggunakan pesawat Lion Air JT 388 pada Kamis pukul 06.00 WIB. Namun, penerbangan itu ditunda sehingga ia tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.

    "Saya dari Singapura, mau lanjut ke Pekanbaru. Begitu tiba di Terminal 2 sih lancar-lancar saja. Tetapi, pas sampai Terminal 1 sini, sudah ramai begini," kata Ari, Kamis siang.

    Ari merasa kesal karena energinya terkuras. Selain itu, pekerjaannya jadi terganggu suku cadang mesin kapal tanker yang dibelinya di Singapura tak bisa segera dibawa ke Dumai. "Kapal sedang rusak, di sana (Dumai) lagi nungguin barang, ya rugi. Sampai di Pekanbaru mau ke Dumai kan mesti jalan lima jam lagi," ujar Ari.

    Ari mengaku tidak mendapat kompensasi apa pun dari Lion Air meski telah terkatung-katung di Bandara Soekarno-Hatta selama sekitar 7 jam. Ia berharap pesawat dapat segera diberangkatkan. "Kasihlah kami penjelasan atau kepastian, jangan seperti ini," ujar Ari.

    Sedangkan Fatimah, pemegang tiket Lion Air JT 306V tujuan Medan, juga menjadi korban penundaan penerbangan. Fatimah mengaku telah menghubungi petugas counter Lion di Terminal 1B dan dia diminta merubah hari keberangkatan menjadi hari Jumat (20/2) ini.

    "Saya harusnya berangkat Kamis pukul 16.00 WIB, tapi petugas loket menganjurkan saya mengganti jadwal penerbangan jadi hari Jumat karena (pesawat) ada masalah," kata Fatimah.
    Jawaban yang sama juga diterima Abdullah, pemegang tiket Lion tujuan Medan untuk keberangkatan Kamis sore. "Saya tadi mau refund saja, tapi pihak Lion Air bilang mereka belum ada uang untuk refund. Jadinya saya diminta pindah jadwal penerbangan saja," katanya.

    Penundaan penerbangan menimbulkan penumpukan penumpang Lion Air di Terminal 1 dan 3.
    Sebagian penumpang kebingungan karena jadwal penerbangannya mendadak mundur. Sebagian lainnya menggerutu dan berusaha mencari tahu ke petugas di bandara. Namun mereka tak mendapat penjelasan yang memuaskan.

    "Nggak jelas nih jadinya gimana. Gak tahu delay apa penerbangannya batal. Harusnya saya sudah check in nih," ujar Akhmad (58), penumpang tujuan Padang, Sumatera Barat.
    Sebagian penumpang melampiaskan kekesalan kepada para petugas berseragam Lion Air.

    Tampaknya, karena tak tahan dikejar-kejar penumpang, para petugas Lion pun "menghilang".
    Namun, seorang perempuan berseragam Lion Air di counter Terminal IB tak bisa menghindari dari penumpang. Dia kebingungan ketika para penumpang mengajukan berbagai pertanyaan. "Saya enggak tahu. Saya baru datang. Saya juga enggak tahu petugas di sini pada ke mana," ujarnya sambil menjauhi kerumunan penumpang.

    PT Angkasa Pura hingga kini masih menunggu laporan lebih lanjut dari pihak maskapai Lion Air terkait delay parah sejumlah penerbangan sejak Rabu (17/2) petang kemarin.
    Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, ratusan penumpang maskapai Lion Air menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta sejak Rabu (17/2) petang kemarin hingga Kamis (18/2) pagi ini. Dari informasi yang dihimpun, delay disebabkan oleh masalah teknis pada beberapa unit pesawat Lion Air.

    Direktur Operasional dan Teknik PT Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo menuturkan, pihaknya sudah mengontak Lion Air. "Kami sudah memberi tahu mereka kondisi bandara seperti apa dan mereka tengah mencari solusinya. Sampai sekarang kami belum terima laporan teknis dari Lion Air penyebab delay parah ini," kata Djoko, kemarin.

    Menurut Djoko, pihaknya belum mendesak Lion menjelaskan penyebab delay. "Kami sebagai operator tidak mau memberikan beban lebih kepada pihak maskapai. Biar ditangani dulu satu per satu," katanya. (Tribunnews/)