• Warga Keberatan Tiket Murah Pesawat Dihapuskan

    Warga Keberatan Tiket Murah Pesawat Dihapuskan - Penghapusan tiket murah oleh Kementerian Perhubungan menimbulkan kontroversi. Ternyata tidak semua pengguna jasa penerbangan setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan itu.

    Lisa (41) salah satu warga Tangerang, Banten mengatakan sebagai pengguna jasa penerbangan merasa sangat dirugikan dengan kebijakan itu. Menurut Lisa tidak ada korelasi antara kecelakaan pesawat AirAsia dengan tiket pesawat murah.

    "Itu kan musibah, tidak ada hubungan dengan apa yang sedang kita hadapi ini," kata Lisa saat wawancara langsung dengan reporter Rajawali Televisi di Bandara Soekarno-Hatta.

    Lisa meminta supaya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mempertimbangkan kembali kebijakan harga tiket 40 persen dari tarif batas atas. Dengan kata lain, maskapai penerbangan hanya boleh menjual tiket dengan harga paling murah 40 persen dari tarif batas atas yang ada.

    "Saya pribadi sangat keberatan. Saya sebagai sebagai pengguna jasa trasnportasi udara meminta supaya peraturan itu ditinjau kembali," tutur dia.

    Lisa menilai, tidak akan ada maskapai penerbangan yang berharap ada kecelakaan dam pasti merawat semua pesawat yang dimilikinya. Kata dia, pasti semua maskapai penerbangan mengutamakan keselamatan penumpangnya.

    "Menhub tolong koreksi kembali. Maskapai penerbangan pasti akan mengutamakan keselamatan penumpang. Harga tiket pesawat murah itu tidak ada korelasinya dengan kecelakaan," tutur dia.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menandatangani peraturan tarif batas bawah yang harus ditaati setiap maskapai. Mereka hanya boleh menjual tiket 40 persen dari tarif batas atas yang ada.

    Dengan penjualan tiket 40 persen dari tarif batas atas, maskapai diharapkan bisa lebih peduli dengan keamanan dan kenyamanan para penumpang pesawat. Mereka juga bisa merawat armada penerbangannya dengan lebih baik lagi.

    Ditandatanganinya peraturan tersebut terkait terjadinya kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 di Perairan Selat Karimata atau sekitar 100 mil dari Pangkalan Bun, Kotawaringin, Kalimantan Tengah.

    Pada kecelakaan itu 155 penumpang AirAsia diperkirakan meninggal dunia. Hingga saat ini baru sekitar 41 korban yang berhasil dievakuasi.