• Pegawai Hotel Bintang Lima Rekam Mahasiswi Mandi

    Pegawai Hotel Bintang Lima Rekam Mahasiswi Mandi
    Pegawai Hotel Bintang Lima Rekam Mahasiswi Mandi - Mahasiswi berinisial A (20) melaporkan seorang pegawai hotel bintang lima di Yogyakarta karena merekam dirinya saat sedang mandi di hotel tersebut. Ada empat rekaman yang tersimpan di handphone (HP) tersangka.

    Menurut A, peristiwa itu terjadi pada 28 September 2014, saat dirinya selesai berenang dan mandi. Dia mengaku sudah curiga dengan seorang karyawan hotel bintang lima berinisial WM karena sering mondar-mandir.

    "Saya sudah curiga dengan geraknya yang sering melihat ke arah saya dengan mata tajam," kata A, di Yogyakarta, Rabu (17/12/2014).

    Setelah masuk ke kamar mandi, dirinya curiga melihat sebuah handuk dan menemukan sebuah handphone dalam kondisi merekam. "Posisi handphone dalam keadaan save mode, dan saya langsung menangis ketika mengetahui ada yang terekam," ucapnya.

    Dia langsung membawa handphone untuk diserahkan kepada pihak hotel, namun sudah dihadang oleh pelaku saat hendak memasuki lift untuk menanyakan keberadaan handphone miliknya.

    "Saya sempat dihadang oleh pelaku dan menggeledah tas bahkan lift-nya sampai bunyi lama," ucapnya.

    Sesampainya di lobi, korban langsung berteriak meminta bertemu dengan manajer hotel, dan menceritakan kejadian tersebut sambil menunjukkan barang bukti berupa handphone.

    "Awalnya (pelaku) mengelak, tetapi setelah dibuka file ternyata ada foto dia, dan karyawan tersebut langsung dipecat sama manajernya, kemudian saya pun melapor ke Polresta Yogyakarta," ujarnya.

    Dari penggeledahan, polisi menemukan empat file video yang berisi rekaman orang mandi. Tiga file dengan objek A, sementara satu file lainnya orang lain. "Saya takut dan syok mendengar cerita polisi jika ada barang bukti yang lain," ucapnya.

    Sebenarnya, A mengaku malu membuka aib ini kepada media, namun dirinya tidak mau ada korban lain yang jatuh.

    "Mengapa agak lama, karena saya awalnya malu. Tadinya bingung mau ngomong ke media atau enggak, tapi saya pikir harus dibongkar jangan sampai ada korban kebejatan pegawai hotel di mana pun," ujarnya.

    Terpisah, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol R Slamet Santoso mengatakan, kasus tersebut sudah P-21. Namun demikian, tersangka tidak ditahan. Tersangka kooperatif dan saat diperiksa selalu hadir.

    "Kan tidak harus ditahan, sebab tersangka sendiri kooperatif selama pemeriksaan. Tersangka mengaku, hasil rekaman tidak dipublikasikan hanya untuk dilihat sendiri. (Pelaku) akan dijerat dengan Undang-Undang Pornografi," tuturnya.