• Kecelakaan Maut Gunung Menangis Kembali Terjadi

    Kawasan Gunung Menangis di kilometer 30 jalan poros Bontang-Samarinda kembali menunjukkan kengeriannya. Satu orang tewas dan puluhan lainnya di ujung maut setelah terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan bus milik Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dengan dua truk, Kamis (8/1) sekira pukul 10.00 Wita kemarin.

    Akibat kejadian itu, seorang sopir truk bernama Bakri (56) warga Kelurahan Berebas Tengah tewas. Dia sempat dirawat di RSUD Taman Husada Bontang sebelum akhirnya tewas sekira pukul 16.00 Wita. Tulang-tulang di bagian pinggang ke bawah korban patah dan terjadi pendarahan hebat.
    Kejadiannya, saat itu bus KT 7669 DE yang dikemudikan Gandit Setia Putranto (33), warga Gunung Telihan, itu tengah mengangkut rombongan Marching Band Bontang Pupuk Kalimantan Timur (MBBPKT), yang hendak tampil saat HUT ke-58 Pemprov Kaltim, Jumat (9/1) pagi ini.

    Bus dengan nomor lambung BR-48 itu mengangkut personel pit percussion dan tuba. Tak hanya mengangkut personel MBBPKT, bus itu juga mengangkut peralatan marching band. Saat berjalan dari arah Bontang menuju Samarinda, rombongan MBBPKT berangkat menggunakan empat bus.
    “Kami berangkat ke Samarinda pakai empat bus. Nah, yang terlibat tabrakan itu bus pertama yang ditumpangi personel pit percussion dan tuba, serta alat,” kata Ari Novan, ketua rombongan yang juga menjabat sebagai wakil Ketua Harian MBBPKT, ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
    Tiba di Gunung Menangis, dengan kondisi jalan menurun tajam, tiba-tiba rem bus tersebut tidak berfungsi. Alhasil, bus merek Mercedes Benz itu pun meluncur deras dari tanjakan tersebut. Nahas, tepat di tengah Gunung Menangis berhenti dua truk yang sedang memberikan kesempatan kepada pengendara dari arah Samarinda untuk melintas.

    Truk di depan dikemudikan Sukirman (43) warga Samarinda Seberang. Truk colt diesel KT 8518 MU itu sedang mengangkut sawit dari Muara Wahau menuju Samarinda. Tepat di belakang Sukirman, juga berhenti truk KT 8591 D tanpa muatan yang dikemudikan Bakri.
    Brak! Bus maut itu langsung menghantam bagian belakang truk yang dikemudikan Bakri. Truk Bakri pun terdorong dan menghantam truk yang dikemudikan Sukirman. Akhirnya, ketiga kendaraan raksasa itu pun meluncur bebas menuju bawah. Truk milik Sukirman terus menggelinding ke bawah, sementara truk milik Bakri dan bus PKT itu terjebak di bibir jurang Gunung Menangis.
    “Anak-anak langsung memecahkan kaca dan berlarian ke luar bus untuk menyelamatkan diri,” kata Hudri, Staf Baterry Percussion MBBPKT.

    Sukirman selamat dan akhirnya bisa mengendalikan laju truknya. Nahas bagi Bakri yang terjepit di ruang kemudi akibat truknya diapit truk sawit dan bus PKT. Dia pun mengalami patah di kedua paha dan beberapa tulang bagian pinggang ke bawah remuk.

    “Saya sengaja menghentikan truk karena mau memberikan kesempatan kepada kendaraan lain yang dari bawah (dari Samarinda, Red.) untuk melintas (menaiki tanjakan, Red.). Tak berapa lama, tiba-tiba saja truk saya terdorong keras,” kata Sukirman sembari memegangi dadanya yang sakit terbentur setir.

    Dikonfirmasi terpisah, Gandit mengaku jika busnya mengalami rem blong. Pria yang sudah tujuh tahun menjadi sopir bus itu mengaku jika sebelum berangkat, pihaknya sudah mengecek kondisi bus tersebut.

    “Sebelumnya, kondisinya (bus, Red.) tidak ada masalah. Bus itu usianya baru dua tahun. Sebelum sampai di Gunung Menangis kan kami juga melewati beberapa kali turunan dan tanjakan. Baru saat turunan Gunung Menangis, bus tidak bisa direm,” katanya.

    Kapolres AKBP Heri Sasangka, melalui Kasat Lantas AKP Lalu Guruh Prawira Negara mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan tadi malam, proses evakuasi terhadap truk dan bus nahas itu sedang dilakukan. Sementara, truk sawit yang juga terlibat tabrakan dalam perjalanan ke kantor Sat Lantas Polres Bontang.

    “Sopir bus sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Begitu juga dengan sopir truk sawit dan beberapa saksi sedang kami periksa. Dugaan sementara, lakalantas (kecelakaan lalu lintas) beruntun itu terjadi karena rem bus tersebut tidak berfungsi. Namun, untuk kepastiannya ditentukan dari hasil penyelidikan,” katanya.

    Ari Novan pun kembali menambahkan, pihaknya memastikan jika kondisi tim dalam keadaan baik. Seluruh personel MBBPKT sudah berada di Samarinda. Dia juga memastikan jika hari ini akan tampil di perayaan HUT ke-58 Pemprov Kaltim.

    “Mungkin psikologis anak-anak terganggu karena trauma dan ketakutan. Tapi secara fisik tidak ada yang terluka. Yang perlu diketahui, kami ingin menyampaikan kepada orang tua personel MBBPKT bahwa dari pengurus dan manajemen, akan berusaha sebaik-baiknya untuk menjaga anak-anak tetap aman. Kami minta maaf atas kejadian ini,” katanya.