Samarinda Colour Run Meriah Banget

shares |

Samarinda Colour Run Meriah Banget
Samarinda Colour Run Meriah Banget - Menyusul gowes atau bersepeda, olahraga lari mendadak jadi tren dan superpopuler di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Ini ditandai dengan banyaknya kompetisi lari dengan jarak tempuh minimal 5 Km, di beberapa kota besar Tanah Air. Hadiah yang disediakan pun terbilang lumayan, yakni uang tunai puluhan juta rupiah. Kompetisi-kompetisi yang terbuka untuk umum ini sering dimenangkan para pelari asal benua Afrika.

Tren terus berkembang. Event lari tak sekadar dijadikan kompetisi olahraga. Para penyelenggara berkreasi dengan menyelipkan beberapa gimmick, aspek-aspek hiburan sebagai daya tarik alih-alih hadiah uang tunai. Beberapa di antaranya; penggunaan serbuk warna, lari menjelang waktu sahur, penggunaan Glow Stick atau tangkai berpendar warna-warni dalam event lari pada tengah malam, dan sebagainya. Hasilnya, event lari pun kian digandrungi anak muda sebagai bagian dari gaya hidup yang hipster. Juga dilirik perusahaan-perusahaan sponsor besar, sebagai tren promosi dan pencitraan (branding) terkini.

Gelombang tren ini juga menjalar ke Samarinda. Lewat Samarinda City Run 2014 yang berlangsung kemarin (30/11) di kompleks Stadion Madya Sempaja, salah satu gimmick dijadikan pemikat utama, yaitu penggunaan serbu warna. Sebagai catatan, event lari yang menggunakan serbuk warna pertama kali diadakan di Jakarta akhir Januari lalu, dikenal dengan merek The Color Run dan melekat sebagai program branding salah satu bank swasta nasional. Dengan demikian, jelas bahwa Samarinda City Run 2014 tidak terkait dengan The Color Run, kecuali konsep dasar berupa penggunaan serbuk warna sebagai ide utama.

"Kita menyiapkan sebanyak 37 drum dan 27 boks besar serbuk warna," jelas ketua panitia Samarinda City Run 2014, Nurlaila, kemarin.

Dari pantauan Sapos, satu drum pewarna berkapasitas sekitar 160 liter. Sedangkan satu boks besar, menampung sekitar 50 liter. Dengan demikian, ada lebih dari 7.200 liter serbuk warna yang disediakan untuk event ini. Bila dikonversikan, seharusnya setara dengan 3 ton lebih.

Jumlah serbuk warna sebanyak itu, dibagikan untuk 6.740 peserta. Tidak hanya dari Samarinda, mereka yang terlibat dalam Samarinda City Run 2014 juga berasal dari Bontang, Tenggarong, dan Muara Badak. Sedangkan di Balikpapan, event seperti ini telah diselenggarakan beberapa pekan sebelumnya.

Para peserta telah berkumpul di lokasi acara sebelum pukul 06.30 Wita. Selang 30 menit kemudian, mereka dilepas untuk joging dan berjalan santai menyusuri rute. Yaitu ke luar kompleks stadion mengarah ke Jalan Wahid Hasyim, Jalan M Yamin, memutar di depan Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM). Dikira-kira, jarak tempuh kurang dari 5 Km. Di tengah rute, panitia penghamburkan serbuk warna kepada peserta. Selain itu, para peserta juga menggunakan serbuk yang mereka dapatkan, untuk saling lempar.

Sebelum mulai berjalan santai, tiap peserta telah mendapatkan satu bungkus serbuk warna sekitar 500 gram. Warnanya merah, merah muda, hijau, kuning, biru, oranye dan ungu, dan diperoleh secara gratis. Pasalnya, serbuk warna tersebut sudah ditebus biaya pendaftaran sebesar Rp 85 ribu. Termasuk kacamata hitam, penutup kepala, serta kaus khusus untuk 3 ribu pendaftar pertama.

Sekembalinya di Kompleks Stadion Madya Sempaja, peserta langsung disambut dengan beragam hiburan. Seperti modern dance, atraksi perkusi, dan penampilan DJ. Semua berlangsung hingga pukul 11.00 Wita. Para peserta menikmati seluruh rangkaian acara, dengan kondisi pakaian yang telah coreng-moreng.

“Kami hadir dengan konsep yang berbeda, untuk mensosialisasikan pentingnya berolahraga. Dengan terobosan yang kami buat mengunakan serbuk warna-warni,” tutur Nurlaila lebih lanjut.
Panitia, sambung Nurlaila, berupaya untuk mensosialisasikan olahraga lewat kegiatan bersenang-senang.

Sementara itu, salah satu peserta asal Bontang, Wisdajeni mengaku sengaja datang dari kotanya untuk merasakan kemeriahan acara, serta berkumpul teman-temannya di kota ini. “Seru banget, bukan hanya bisa berolahraga tapi bisa have fun juga dan sebagai ajang kumpul-kumpul bareng teman,” tuturnya.

Related Posts