• Nilai APBD Samarinda 2015 "Cuma" Rp 3,3 T

    APBD Samarinda 2015 "Cuma" Rp 3,3 T - Menutup 2014, DPRD Samarinda akhirnya menyetujui Rancangan APBD (RAPBD) Samarinda 2015, menjadi APBD dengan nilai yang "hanya" Rp 3,3 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibanding sebelumnya, yakni Rp 3,9 triliun.

    Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyebut terjadi defisit, sehingga APBD tahun depan lebih rendah. Ia tak merinci defisit tersebut, hanya menyebut prediksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meleset. Padahal, jelas bahwa fluktuasi besaran Dana Perimbangan ikut berpengaruh. Totalnya sekitar Rp 1,5 triliun. Terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Rp 976 miliar (naik dari tahun lalu: Rp 890 miliar), lalu Dana Alokasi Khusus (DAK) yang hanya Rp 594 juta (turun dari tahun lalu: Rp 29 miliar), dan Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 590 miliar.

    Dalam penyampaian pandangan anggota DPRD Samarinda kemarin, PAD yang tidak tergarap maksimal disorot. Anggota dewan meminta Pemkot meningkatkan pelayanan umum, sehingga tidak lagi ada keluhan dari masyarakat Samarinda. Selain itu, penertiban kota dan pengaturan PKL juga harus disertai solusi. "Kami juga mendorong Pemkot mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen, menekan kemiskinan 9 persen dan menekan angka pengangguran hingga 5,7 persen," tutur juru bicara Fraksi DAS (Demokrat, Amanat dan Sejahtera) Mursyid AR.

    Terhadap banyaknya masukan dari anggota dewan, Jaang menilai wajar. Pasalnya selain menyetujui APBD, tugas dewan juga melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Jaang pun mengaku siap menerima segala saran yang tujuannya membangun dan memajukan Kota Samarinda. "Itu tentu harus diterima sebagai hal positif untuk kemajuan kota," ujarnya.

    Sementara itu, Jaang juga menyebut bahwa besaran APBD Samarinda tahun depan dibarengi dengan penyesuaian perencanaan pembangunan. Berdasarkan kemampuan daerah, Jaang tidak mau membebani APBD dengan perencanaan yang tidak seimbang dengan pendapatan. "Kita akui pendapatan kita belum maksimal. Karena itu kita tak mau paksakan pembangunan melebihi kemampuan kita," tegas Jaang.

    Kemudian, untuk meningkatkan PAD tahun depan, Jaang akan memaksimalkan potensi daerah yang belum tergarap maksimal seperti transaksi ekonomi dan investasi. Selain itu, pembayaran pajak sistem online juga akan terus ditingkatakan agar pendapatan dari sektor perhotelan dan restoran juga meningkat. "Transaksi pajak perhotelan dan restoran 10 persen sudah bagus. Tahun depan akan kita tingkatkan sehingga PAD kita juga meningkat," pungkasnya.