100 Otak Hilang dari Universitas di AS

shares |

100 Otak Hilang dari Universitas di AS
100 Otak Hilang dari Universitas di AS - Universitas Texas kehilangan sebanyak 100 otak atau hampir setengah dari koleksi spesimen universitas yang diawetkan dalam stoples formalin. Salah satu otak yang hilang diyakini berasal dari clock tower, penembak jitu, Charles Whitman.

Seperti dilansir The Guardian, Rabu (3/11/2014), pihak universitas meyakini otak-otak tersebut memang benar dicuri. “Menurut kami, seseorang mungkin telah mengambil otak tersebut tanpa sepengetahuan kita,” ujar asisten kurator sekaligus professor psikologi, Tim Schallert, kepada Austin American-Statesman.

Menurut profesor psikologi, Lawrence Cormack, “Sepertinya kabar mengenai koleksi ini menyebar di antara mahasiswa, dan orang-orang mulai menggesekkan itu untuk ruang keluarga dan lelucon Halloween.”

The State Hospital Austin pada 28 tahun lalu pernah mengirim otak ke universitas di bawah kesepakatan kepemilikan sementara. Schallert mengatakan, laboratorium psikologinya hanya muat untuk 100 otak. Sehingga, sisanya dipindahkan ke ruang bawah tanah Animal Resources Center kampus. “Otak tersebut sudah tidak lagi di ruang bawah tanah,” kata Cormack.

Pihak kampus menyatakan akan menyelidiki keadaan sekitar koleksi ini, karena didatangkan sudah hampir 30 tahun yang lalu. Mereka berkomitmen untuk merawat organ uji coba tersebut dengan hormat. Spesimen yang tersisa digunakan sebagai bahan ajar dan dikuratori oleh fakultas secara hati-hati.

Dalam perjanjian antara kampus dan rumah sakit, pihak sekolah diminta menghapus seluruh identitas pemilik otak. Namun, Schallert mengatakan bahwa kemungkinan otak Whitman merupakan bagian dari koleksi yang hilang itu.

Pada 1996, Whitman mengamuk. Puncaknya, penembak jitu ini menewaskan 16 orang, termasuk ibu dan istrinya di University of Texas. Sebelas lainnya berhasil melindungi diri sebelum Whitman dibunuh polisi.

Sekarang, 100 otak yang tersisa telah dipindahkan ke Norman Hackerman Building. Otak tersebut dipindai oleh alat pencitraan resonansi dengan resolusi tinggi.

“Gambar-gambar MRI ini akan jadi bahan pengajaran dan alat penelitian yang berguna. Ini membuat otak utuh,” tutup Cormack.

Related Posts