• Pembangunan Tol Balikpapan - Samarinda Ditunda Lima Tahun

    SAMARNDA. Cobaan yang menerpa Kaltim bertambah banyak. Mulai rencana pencabutan Dana Alokasi Umum (DAU), penghentian pembangunan rel kereta api, termasuk rencana penundaan pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang kini masih terkatung-katung.

    Terungkap dari data Badan Pembangunan Nasional (Bappenas). Presiden Jokowi menargetkan pembangunan jalan bebas hambatan (tol) sepanjang 1.000 Km. Untuk lima tahun ke depan, ada 25 ruas jalan tol yang akan dibangun. Jumlah tersebut sudah mencakup proyek Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, beberapa tol di Sulawesi dan Kalimantan. Namun untuk Kaltim, besar kemungkinan baru akan dibangun di akhir masa jabatan Presiden Jokowi, yakni 2019. Pada tahun ini, akan dilakukan pengerjaan tol sepanjang 194,38 Km.

    Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zuhri menyebut rencana pembangunan Presiden Jokowi tersebut akan berdampak besar pada kemunduran pembangunan di Benua Etam ini. Sebab proyek itu sebelumnya sudah disusun berdasarkan urutan prioritas yang disepakati dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). “Saya kira itu kebijakan sepihak,” tuturnya.

    Selain itu, dasar penyusunan hasil Musrenbang juga atas semangat membangun sesuai kebutuhan masyarakat, bukan kehendak pemerintah. Artinya semua proyek harus bottom-up atau dari bawah ke atas, bukan sebaliknya, dari atas ke bawah atau top down. Sehingga kebijakan penundaan pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99 Km hingga 2019 mendatang, tidak selaras dengan semangat pembangunan. “Jelas ini kemunduran. Kita tidak bisa terus mengikuti keinginan pemerintah pusat. Pemerintah Kaltim harus bersikap,” tegasnya.