Tarif PDAM Bontang Naik

shares |

Wacana kenaikan tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman menuai pro dan kontra masyarakat Bontang. Tak sedikit yang menyetujui kenaikan tersebut, tapi sebagian lagi masih resah jika tarif dinaikkan tapi tak dibarengi kualitas pelayanan yang maksimal.

Sejak 1 September, rencana kenaikan tarif ini memang kembali dilontarkan PDAM, mengingat masih rendahnya harga jual air PDAM Tirta Taman di Bontang. Kenaikan tarif ini dinilai menjadi satu-satunya pilihan untuk mempertahankan pelayanan air bersih pada masyarakat, terlebih per 1 September PDAM semakin dibebani dengan kenaikan tarif PLN.

Direktur PDAM Tirta Taman Bontang, Adief Mulyadi, mengatakan dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), harga jual air PDAM Tirta Taman saat ini terbilang paling rendah dibanding seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, dengan rata-rata penjualan Rp 6.000 per kubik.

“Harga jual air PDAM di Bontang masih paling rendah, yakni Rp 2.900 per kubik. Maka kami harus mencapai target hingga penjualan Rp 6.000 per kubik,” ungkap Adief saat dihubungi Bontang Post, kemarin (5/9).

Andanya pro dan kontra masyarakat terkait kenaikan tarif air PDAM, Adief menanggapinya positif. Tentunya, apapun masalahnya selalu ada tanggapan dari para penggunanya. “Tentu, kebijakan ini tidak serta merta langsung dilakukan. Perlu tahapan penyesuaian,” kata Adief.

Adief juga memahami tidak semua kebutuhan masyarakat Bontang dapat disamaratakan. Karena itulah, kenaikan tarif ini direncanakan bertahap dan disesuaikan empat kategori pelanggan PDAM. Rinciannya, pengguna sosial, rumah tangga, instansi, dan usaha.

Pada media ini Adief merincikan, pengguna sosial masih akan terbagi pada tiga bagian, yakni umum, khusus, dan rumah tangga sangat sederhana.

Pada kategori ini, biaya penjualannya akan dinaikkan menjadi Rp 500 per kubik. Sedangkan kategori kedua, ditujukan pada pengguna rumah tangga menurut klasifikasi tipe rumahnya. Yaitu 2A pada tipe 21 ke bawah dan kategori 2B untuk tipe 36 ke atas. Mereka rencananya dibebankan tarif berkisar Rp 800 hingga Rp 1.000 per kubik.

Sementara pada pengguna kategori instansi maupun pemilik usaha dibebankan Rp 1.200 per kubik. “Kami targetkan kenaikan ini per tiga bulan. Maka kami lakukan tiga tahap hingga mencapai penjualan Rp 6.000 per kubik. Taruh lah rata-rata pembayaran Rp 1.000 per kubik untuk pembayaran per tiga bulan. Masyarakat sudah mendapatkan 1 liter atau 5 drum air nantinya,” jelas dia.

Adief menegaskan, PDAM Tirta Taman tidak mendapat keuntungan dari kenaikan tarif ini. Semua itu hanya untuk menutupi biaya produksi dalam hal pemenuhan kebutuhan optimalisasi penyaluran air bersih untuk masyarakat. Tapi ia juga menjamin jika kenaikan tarif ini dapat memaksimalkan kualitas air.
Dengan adanya tahapan, bukan saja mengajak masyarakat menyesuaikan wacana ini namun menjadi tugas PDAM Tirta Taman untuk memaksimalkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Taman.

“Kalau sudah berjalan setahun sesuai dengan target tersebut, warga masih menuntut pelayanan yang kurang maksimal, saya setuju. Namun, wacana ini saja belum disetujui pemerintah, masak sudah menuntut dari sekarang,” tutupnya.
-kaltimpost-

Related Posts