9 Tahun Pilkada Langsung, Banyak Kepala Daerah Masuk Penjara

shares |

9 Tahun Pilkada Langsung, Banyak Kepala Daerah Masuk Penjara Laporan: Hendry Ginting

Politisi Gerindra Martin Hutabarat tetap kukuh pada sikapnya bahwa Pilkada DPRD salah satu solusi mencegah Pilkada biaya tinggi dan dapat meminimalisir pejabat daerah seperti gubernur, bupati dan walikota meringkuk di Hotel Prodeo alias bui karena korupsi APBD.

Dalam setiap kali menjadi pembicara dalam berbagai diskusi, Martin tetap pada sikapnya.

"Sejak lama saya mendukung Pilkada DPRD. Dan ternyata selama 9 tahun Pilkada Langsung yang digelar sudah banyak gubernur, bupati bahkan walikota yang masuk penjara," kata Martin Hutabarat pada Dialog Empat Pilar MPR dengan tema "Quo Vadis Pemilukada" di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara V, DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 15/9).

Pembicara diskusi lainnya adalah Dekan Fisip Universitas Al Azhar Jakarta Damayanti, MA, dan peneliti LP3S Taftazani.

Menurut Martin, seharusnya fakta tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan di Sumatera Utara, Gubernurnya masuk penjara. Begitu juga dengan walikotanya. Bahkan ironisnya. walikota pengganti pun masuk penjara.

Fenomena ini kata Martin sangat memprihatinkan. Pejabat daerah ramai-ramai masuk penjara karena korupsi. Dia juga mengaku hatinya miris melihat sikap partai politik yang tidak merasa malu `kalau kadernya yang menjadi pejabat daerah masuk penjara karena korupsi.

"Faktanya bahwa Pilkada langsung menjadi sumber korupsi dan tidak ada manfaatnya kalau dipertahankan," tegasnya.

Menurut dia, sistem Pilkada langsung menjadi sumber korupsi karena untuk menjadi calon Pilkada harus memiliki perahu. Nah untuk mendapatkannya kata Martin tidak gratis tapi harus membayar mahal kepada parpol. Begitu juga dengan biaya kampanye, membentuk tim sukses. Belum lagi dana yang dikeluarkan jika Pilkada harus dilakukan dua putaran.

"Akibatnya yang menang pilkada harus mengembalikan biaya yang dikeluarkan dengan menggerogoti APBD. Sistem seperti itukah yang kita perlukan," tanya Martin.[dem-RMOL. ]

Related Posts